Select Page
Kisah Lucu Bawaslu Dihadiahi Kapsul Vitamale

Kisah Lucu Bawaslu Dihadiahi Kapsul Vitamale

Kejadian ini terjadi sekitar tahun 2019 yang silam, dimana Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) daerah Kota di Jawa Barat dikejutkan dengan hadiah unik berupa kapsul khusus pria di ranjang.

Pemberian herbal khusus pria tersebut dilakukan oleh Koalisi Masyarakat Pemilih Cerdas karena mau menyindir kinerja Bawaslu di kota tersebut yang berkesan lemah dan lamban menanggapi kejadian Money Politic ketika Pemilu berlangsung.

Mengapa Menggunakan Kapsul Vitamale?

Dikatakan oleh perwakilan dari koalisi tersebut, kapsul herbal Vitamale yang diberikan dimaksudkan agar Bawaslu menjadi kuat seperti manfaat dari produk tersebut bagi pria dewasa di ranjang.

penegakan aspirasi masyarakat

Kedatangan massa dari beragam partai yang mendatangi kantor Bawaslu tersebut berniat untuk mempertanyakan sejauh mana kelanjutan dari penanganan pelanggaran politik uang yang dilakukan oleh Bawaslu selaku badan legal yang wajib mengurusinya.

Saat itu, keberadaan Bawaslu diwakliki oleh tiga pemimpinnya dengan didampingi oleh unsur Penegakan Hukum Terpadu, mulai dari kepolisian hingga Kejaksaan.

Dalam pertemuan tersebut, Bawaslu dituntut untuk menyelesaikan penyelidikan terhadap laporan dan temuan karena publik masyarakat berhak mengetahui perkembangannya.

Dikatakan oleh salah seorang pimpinan Bawaslu yang menjadi perwakilan tersebut setidaknya sudah ada beberapa temuan pelanggaran Money Politic yang mulai ditangani dan masuk dalam tahap penyidikan.

Dari pihak Bawaslu dan unsur di dalamnya menyatakan siap untuk diaudit apabila ada penanganan yang kurang seusai dikarenakan sesuai jalur hukum baik pihak penyidik atau penuntut melakukan tugasnya berdasarkan atas fakta hukum dari hasil pengakuan saksi.

Dari hasil pertemuan yang berkisar selama 2,5 jam tersebut akhirnya terjadi kesepakatan bersama kalau Bawaslu bakal memberikan keterbukaan kepada masyarakat melalui media terkait masalah pelanggaran uang politik tersebut.

Ckckck.. Ternyata sampai segitunya ya karena saking geram masyarakat melihat kondisi yang ada menjadikan kapsul herbal kuat pria sebagai tanda untuk menyuruh Bawaslu agar kuat dan bangkit, hehe..

Btw mengenai produk herbal Vitamale saya sendiripun ada sedikit cerita yang sekiranya perlu ditambahkan dalam artikel ini.

Agak tidak nyambung ke arah politik sih, tepatnya lebih ke masalah di ranjang.

Menilik Manfaat NF Vitamale

Sebagai seorang pria yang memiliki istri, terus terang saya juga sudah pernah merasakan manfaat dari produk herbal yang satu ini. Makannya di awal saya bilang cukup lucu jika Bawaslu mendapatkan kejutan produk ini sebagai tanda lemahnya “kekuatan” mereka.

Kembali lagi ke fungsi herbal yang menjadi salah satu incaran para suami ini adalah membuat daya keras “pusaka” Anda menjadi maksimal kembali, terutama yang sudah lembek-lembek itu, hehe..

Maka itu bagi mereka yang sudah layu sebelum berkembang, eh loyo sebelum waktunya saya sudah mencoba produk ini dan sampai sekarang masih mengkonsumsinya dengan hasil yang memuaskan.

efek menggunakan vitamale

Namun perlu diketahui jika ingin mendapatkan manfaat sebenarnya dari NF Vitamale saya sangat menyarankan untuk beli di agen resmi nya.

Dulu sih saya mendapatkan produk herbal ini yang dilengkapi dengan informasi dan review lengkapnya di website NF Vitamale ini.

Baiklah kembali lagi ke masalah Bawaslu tadi ya, ternyata analogi herbal kuat khusus pria yang dipakai sebagai hadiah tersebut cukup manjur ya, semoga setelah itu Bawaslu bisa menjadi lebih profesional dalam menjalankan tugasnya.

Kemudian yang terakhir tentu saja bagi seluruh pria yang ingin mendapatkan kekuatan puasakanya kembali agar bisa “ngasah keris” setiap malam bersama istri, pakai produk Vitamale adalah pilihan yang bijak.

Selain resmi BPOM juga mengandung bahan alami 100% asli dari Indonesia sehingga tentu saja sangat cocok dikonsumsi oleh pria Indonesia, termasuk Anda.

Sengitnya Persaingan dalam Kancah Pemilu Legisaltif

Sengitnya Persaingan dalam Kancah Pemilu Legisaltif

Sudah pernah mengamati tentang kejadidan dari beberapa pemilu yang sudah berlangsung di negara ini? Karena jika diamati secara seksama ada kejadian-kejadian menarik yang perlu dibahas.

Sekarang, seandainya, Anda berada di posisi calon legislatif tentunya sudah memiliki ancang-ancang strategi yang akan dilakukan hingga peta politik yang memperkirakan deretan daftar pemilih yang potensial mencoblos nama Anda di bilik pencoblosan.

Namun, sudahkah menyadari juga jika orang-orang yang sudah dipetakan tadi, termasuk mungkin orang-orang dekat juga belum tentu akan memberikan hak suaranya kepada Anda.

Hal yang menarik bukan, nah di artikel ini saya berusaha menyampaikan secara ringkas mengapa hal tersebut bisa terjadi, kemudian motivasi dan alasan apa yang melandasi kejadian seperti itu.

Dimulai dari kondisi mungkin kurangnya kepiawaian Anda sebagai kandidat caleg dalam menyusun dan mengaplikasikan strategi untuk pemenangan di pemilu.

Sebab dalam perhelatan pemilu yang beberapa kali sudah dilewati bersama saya mengamati kalo memiliki uang banyak tidak menjamin kemenangan di pemilu.

Pola pemilu saat ini saya lebih nyaman bilang sebagai persaingan total bagi caleg itu sendiri, baik internal maupun eksternal partai.

Yang dimaksud faktor internal adalah persaingan dengan caleg lainnya yang berada di partai sama. Adapun untuk faktor eksternal tentu saja persaingan dengan kandidat legilsatif dari paratai lainnya.

Nah, ini yang menarik, seperti sudah saya katakan sebelumnya bahakan orang-orang di dekat Anda pun bakal memberikan suaranya buat Anda karena adanya dua faktor persaingan diatas. Dan ini bener-bener loh kejadian nyata yang terjadi.

Gimana tidak, dengan sistem pemilu seperti itu membuat seorang caleg pun harus bersaing terutama dengan kalangan partai sendiri, yang mana dari pihak partai pun tidak menjamin caleg mana yang pasti meraih kemenangan.

Dari pengamatan saya selama ini, paling berat sebenarnya yang dari faktor internal dimana Anda harus bersaing dengan teman-teman separtai dan menyingkirkan mereka agar mendulang suara paling banyak.

Dalam hal ini tidak ada yang bisa membantu selain Anda sendiri dan tim sukses yang Anda bentuk.

Taruhlah contoh, secara teori pihak partai mengatakan bahwa mereka akan bersikap netral dalam persaingan para kader caleg partainya. Namun kenyataan nya hal tersebut hanyalah teori.

Sejauh yang saya alami, jangan harap ada kata netral, terutama ketika Anda tidak memiliki power di struktur partai, kondisi yang di lapangan nantinya bisa bercerita lain.

Selanjutnya mengenai persaingan dari faktor eksternal tidak perlu banyak saya bahas detail karena memang merupakan sebuah kewajaran bersaing dengan pihak lainnya.

Mungkin terbersit dalam pikiran Anda kalau strategi membagikan uang menjelang hari H pemilu masih sangat efektif. Namun saya mengajak untuk berpikir ulang, karena ini merupakan asumsi yang sangat keliru.

Pasalnya sangat lumrah saat ini banyak kandidat caleg yang melakukan praktek tersebut, walaupun kita ketahui bersama strategi money politik ini bukanlah cara yang benar.

Sekrang coba bayangkan, ketika setiap calon pemilih menerima katakanlah 3-5 amplop selama menjelang pelaksanaan pemilu. Kenyataanya yang bisa dia pilih kan hanya satu orang bukan?

Lantas, siapa yang bakal dicoblos? Apakah Anda? Belum tentu. Bisa jadi orang tersebut akan memberikan hak suaranya kepada yang memberikan isi amplop paling besar.

Bahkan bisa juga yang gak kasih amplop sama sekali akan menyoblos salah seorang caleg karena ada kedekatan personal. Nah, kira-kira seperti itulah yang terjadi di lapangan dari pengalaman saya selama ini.

Yang jelas, sebagai kandidat calon dari parpol sekaligus peserta pemilu Anda akan dihadapkan apda sebuah skema persaingan total yang lebih ke arah individu. Siapapun caleg dengan strategi dan langkah terobosan yang tepat memiliki peluang besar untuk menang. Selamat pesta demokrasi!

Mewaspadai Tim Sukses yang Tidak Produktif dalam Pemenangan Caleg

Mewaspadai Tim Sukses yang Tidak Produktif dalam Pemenangan Caleg

Tim sukses seorang caleg dari salah satu partai merupakan faktor vital yang harus diperhatikan dengan seksama agar dapat memenangkan pekatnya persaingan di pemilu.

Pasalnya keberadaan mereka menjadi posisi kunci dan ujung tombak bagi seorang caleg dalam pemilihan umum, baik itu walikota/ bupati, gubernur hingga presiden bahkan yang skala kecil di desa maupun karang taruna.

Tanpa tim sukses yang solid dan kompak sangat mustahil bagi caleg pemilu untuk mendulang suara dari masyarakat. Nah, sebenarnya itulah hal yang sangat diperhatikan dalam memenangkan hasil pemilihan umum.

Salah satu contoh peranan penting tim pemenangan tersebut adalah penyampaian strategi komunikasi politik agar setiap visi maupun misi dari caleg bisa tersampaikan dengan baik ke masyarakat sehingga akhirnya mampu meraup suara yang signifikan.

Dalam proses sosialisasi tersebut tak heran jika hanya dilakukan oleh tim sukses yang solid lah maka bisa terlaksana dengan baik semua strategi yang telah disusun. Sebaliknya jika ada yang kontra produktif akan menghambat bahkan sangat membahayakan profil caleg yang ingin dimenangkan.

Karena itu penting sekali bagi seorang caleg untuk menyusun tim pemenangan nya agar bisa mendapatkan hasil maksimal bukan yang asal comot saja sehingga tidak efektif mencapai tujuan.

Nah, berikut ini ada beberapa pengalaman yang sekiranya bisa untuk jadi bahan pembelajaran bersama terkait pembentukan tim sukses yang tidak kontra produktif.

  1. Ada kejadian seorang tim sukses yang tidak memiliki ketegasan atau mungkin kepercayaan diri mengenai dia berada di pihak siapa, padahal jelas-jelas caleg partai tertentu merekrutnya menjadi tim sukses. Bahkan untuk menyatakan ia sendiri mendukung kandidat caleg yang bersangkutan tidak pernah. Malah bilang “Boleh milih siapa saja” Nah lho..
  2. Ada juga yang ketika punya waktu berkumpul bersama rekan tim lainnya tidak pernah menyampaikan pendapat, bahkan paling tidak bilang ada permintaan bantuan dari daerah x, pada hari H menjelang pemilu.
  3. Kasus lainnya juga ada yang memilih hanya duduk kongkow saja di rumah kandidat caleg dan hanya berkumpul dengan orang-orang yang kerap ditemuinya di tempat tersebut. Tidak kuat produktif serta loyo.
  4. Kontra produktif lainnya adalah tidak memiliki konsep marketing dalam menjalankan strategi politiknya. Dan kerap saya jumpai orang-orang tersebut masih saja dipakai oleh kandidat caleg. Yah, mumgkin mereka melihat dari sisi lain sehingga orang-orang tersebut masih didayagunakan.
  5. Tim sukses itu, terlihat semangat saat ketika dikasih uang jalan, atau uang operasional. Ada uang baru bergerak. Disuruh baru bergerak, seperti goong, yang baru berbunyi setelah ada yang memukul. Seperti inikah TIM SUKSES yang Anda harapkan? Pengorbanan waktu, uang, tenaga, dan pikiran, ternyata sia-sia. Terbuang begitu saja.
  6. Kemudian ciri lainnya adalah tim sukses yang tidak produktif hanya mau bergerak ketika sudah dikasih uang operasional. Ibarat gong, dipukul dulu baru berbunyi. Seringkali apa-apa langung minta ongkos di muka, tak jarang juga hanya asal bergerak agar tak terlihat pasif.
  7. Salah satu pembelajaran yang penting adalah harus memiliki konuikasi yang jelas, dalam artian memiliki inner circle (ring) yang jelas. Sehingga kandidat caleg tidak mudah dimanfaatkan orang-orang yang nebeng mengaku pendukung sehingga leluasa minta operasional tanpa SOP yang jelas.
  8. Nah, untuk yang terakhir ini sering banget terjadi ketika tim sukses di malam H-1 berkeliling untuk membagikan uang ke masyarakat dengan harapan sang kandidat bisa mendongkrak perolehan suaranya. Namun yang terjadi, beberapa hari setelah pemilu, tim sukses tersebut ketahuan memborong furnitur rumah.

Tak lama ada bereda kabar kalo semua amplop yang direncanakan tidak dibagikan sesuai strategi yang telah disepakati, malah amplop diganti dan atau isi amplop dikurangi.

Hal tersebut terlihat dari hasil perhitungan, suara yang didapatkan di TPS potesial dimana uang sudah dibagi-bagi ternyata meleset dari target yang sudah digadang-gadang. Semisal harusnya ratusan suara, eh.. malah hanya tembus belasan suara saja.

KEMANA ya uang tersebut??

Atau kemana para masyarakat tersebut memberikan suaranya?

Kedua pertanyaan tersebut sebenarnya hanya memiliki 2 alternatif jawaban:

Pertama adalah uang tersebut tidak dibagikan, dan kemungkinan kedua uang yang diberikan terlampau kecil dibandingkan dengan pemebrian dari kandidat caleg lainnya sehingga membuat banyak warga yang mencoblos suara ke pemberi uang terbesar.

Apapu jawabannya apakah mau seperti itu Tim Sukses yang dimiliki? Yang berujung pada pengorbanan uang, tenaga, waktu dan pikiran yang sia-sia. Kalo saya sih ogah.

Tips Ampuh Menyusun Tim Sukses yang Solid

Tips Ampuh Menyusun Tim Sukses yang Solid

Seperti yang diketahui bersama bahwa membangun tim sukes adalah faktor penentu dalam membuat kandidat caleg dari salah satu partai politik bisa mendulang suara yang banyak.

Dengan menjaring jumlah suara banyak tentunya akan memuluskan kemenangan menjadi wakil rakyat terpilih. Sebaliknya jika kualitas tim sukses kedodoran pastinya akan membuat kerugian waktu, tenaga dan uang bagi caleg yang bersangkutan, Kalah pemilu lagi. Komplit sudah!

Oleh sebab itu penting adanya untuk bisa mengelola tim sukses secara maksimal agar diharapkan dengan memiliki kelompok kerja yang bekerja keras dan solid tentu akan membuahkan hasil manis.

Dari sebuah pemaparan seorang pengamat politik, guna mewujudkan apa yang sudah direncanakan secara matang, tentunya seorang pemimpin (caleg) harus berfokus dalam membentuk tim yang tiap individunya memiliki karakter disiplin, kreatif, strategis, proaktid dan optimis.

Manfaat utama yang diperoleh sang pemimpin jika memiliki tim sukses yang efektif tentuya sangat membantu dalam berfokus untuk penyelesaian hal strategis lainnya yang lebih penting.

Jadi gak heran kan kalau seorang kandidat caleh hendaknya mampu untuk menempatkan individu yang memiliki loyalitas, antusias, motivasi tinggi dan selalu berjuang keras merampungkan semua tanggungjawab masing-masing.

Untuk itu, setidaknya ada beberapa tips sederhana namun penting berikut ini yang sebaiknya diimplementasikan dalam membuat tim sukses yang hebat.

  1. Seorang pemimpin harus mematok tujuan utama tim suksesnya, selanjutnya memberi motivasi sembari mindset bahwa yang terpenting adalah menjadikan setiap program yang direncanakan berjalan sukses.
  2. Kemudian tim sukses sendiri sudah harus memiliki tujuan yang spesifik, konsisten, terdefinisi baik serta terukur agar bisa dicapai maksimal.
  3. Setiap orang yang tergabung dalam tim sukses wajib memiliki komitmen bersama untuk menjalankan tanggungjawab dengan total, hati-hati dengan anggota tim yang gak produktif.
  4. Pemimpin pun dituntut harus bisa memilah karakter yang diperlukan dari banyak pribadi di sekitarnya yang bakal menjadi tim sukses sehingga dengan begitu bisa memahami potensi dan bakat masing-masing.
  5. Selain karakter, diperlukan juga adanya aturan, SOP atau kebijakan yang wajib dipauthi oleh seluruh tim sukses sebagai pilar utama dalam membentuk kinerja tim yang efektif sekaligus efisien.
  6. Selain itu masing-masing anggota tim juga diwajibkan sudah tahu mengenai peran dan fungsi mereka pribadi lepas pribadi sehingga dengan begitu bisa berfokus dalam menyelesaikan strategi rencana dalam bingkai keutuhan dan kekompakan sebagai tim kerja.
  7. Guna menjaga konsistensi sebaiknya dalam setiap tindakan tim sukses harus bertemu dengan pemimpinnya dan dari hasil yang dicapai selanjutnya menelaah setiap perkembangan baru yang menjadi program kerja yang disetujui semulurh pihak.
  8. Dalam sebuah tim, wajar jika ada perbedaan namun dari setiap beda pendapat tersebut seluruh anggota tim sukses haru salaing menghargasi dan pedulu sehingga tidak membuat konflik yang menjadi sumber perpecahan. Diperlukan sikap empati dan penuh kebesaran hati.
  9. Seorang kandidat caleg juga hendaknya memiliki intuisi yang membuat tindakan agar bisa memotivasi seluruh tim jadi bekerja dengan sepenuh hati dan pikiran yang tenang. Dengan begitu terjalin sebuah komunikasi positif antara pemimpin dengan anggota tim nya.
  10. Guna menjadi sistem pengawasan, tim sukses harus menyusun tabel program rencana kerja beserta seluruh instrumen tips diatas sebagai pemandi bagi tim untuk bisa menyelesaikan tugas dan kewajiban secara maksimal.

Demikianlah 10 tips penting yang harus diupayakan oleh seorang caleg parpol yang nantinya akan membentuk tim kerja sebagai upaya untuk pemenangan bagi dirinya di kancah politik.

Cerita Dikit Waktu Jadi Tim Sukses Calon Parpol

Cerita Dikit Waktu Jadi Tim Sukses Calon Parpol

Pemilu yang semakin dekat tentunya membuat pihak-pihak yang terkait di dalam pesta demokrasi tersebut mulai menjalankan strategi-strategi yang telah direncanakan bersama, untuk memperoleh kekuasaan di pemerintahan.

Itu merupakan salah satu pengalaman saya dalam beberapa tahun lalu sempat merasakan jadi salah satu tim sukses calon parpol. Kebetulan juga calon yang dulu dijagokan untuk pemilihan DPRD I.

Sebenarnya politik itu tidaklah kotor, namun orang-orang nyala yang cenderung kotor. Setidaknya itu yang saya tangkap. Megapa tidak? Seringkali sebuah parpol terlihat solid dari luar padahal kenyataan yang terjadi diantara calon pun saling menjatuhkan, demi mendulang kemenangan.

Bahkan tak pelak mereka bakal tercerai jadi beberapa kelompok, dengan dasar kepentingan yang sama. Sehingga masa seperti itu sebenarnya sangat perlu diperhatikan, pasalnya dari pengalaman selama ini para calon tersebut akan sekuat tenaga menjaring suara akar rumput melalui semua cara.

Salah satu hal umum yang dilakukan untuk memperoleh suara akar rumput tersebut adalah menggunakan “DANA INSPIRASI” yang mana digunakan sebagai dana untuk sumbangan saat kampanye selain itu juga pembangunan jalan, musholla dan lainnya yang sejauh pengalaman saya itu sebagai cara terbaik mendulang suara.

Dari pengalaman selama ini belum lagi jika dihadapkan ketidakcocokan para calon di daerah dengan mereka para calon yang ada di tingkat pusat, karena yang di daerah semisal tingkat I atau II akan merasa bahwa calon dari pusat hanya sekedar nebeng saja.

Sebagai contoh paling mudah ketika terlihat di spanduk-spanduk yang memuat foto calon dari DPRD tinngkat II hingga DPR, padahal sebenarnya spanduk tersebut terpasang dari hasil kerjasama calon kab/kota dengan dari provinsi saja.

Dan sudah lumrah jika kedua calon daerah tersebut melakukan kerjasama supaya bisagol menjadi wakil rakyat. Namun belakangan saya tergeliti dengan wacana adanya dana Saksi Parpol yang diambil dari dana APBN. Masa sih?

Kalo menurut saya sebenarnya agak berlebihan, kenapa harus membebani negara dengan uang rakyatnya hanya untuk dana sasi yang notabene sebenarnya tanggung jawab dari parpol masing-masing untuk menyediakan saksi berikut alokasi dana yang dibutuhkan.

Karena dari sejauh pengalaman saya menjadi tim sukses salah satu calon dari parpol, mereka para calin akan melakukan patungan (biasanya yang dari DPRD tik I dan II). Itupun mereka hanya menempatkan saksi di TPS yang potensial meraup suara menurut peta kekuatan yang sudah dimiliki.

Jadi tidak mungkin menempatkan saksi di semua TPS, maka dari itu tentu menurut saya pribadi hal tersebut adalah pemborosan yang sia-sia dan tida untuk diterapkan.

Gak berhenti disitu, biasanya para calon wakil rakyat tersebut memilih satu orang/ kecamatan yang bertanggungjawab sebagai orang lapangan untuk koordinasi ketika perhitungan perolehan suara per desa, yang nantinya dilaporkan ke calon tersebut.

Pada prinsipnya semua calon partai politik memiliki strategi, dan kecenderungannya hampir sama semua serta itu dilakukan oleh semua calon dari partai lainnya.

Karena kalo ditelaah kembali sebenarnya setiap parpol sudah memiliki saksi, dan bukan tak mungkin kalo para saksi tersebut turut menjaga suara parpolnya di TPS.

Oleh sebab itu wacana pemberian dana saksi yang diambil dari dana negara menurut saya adalah sebuah strategi kurang tepat mengingat uang negara merupakan uang rakyat. Lagipula masalah saksi sebenarnya merupakan kewajiban yang dimiliki oleh setiap partai.